Masyaa Allah.. Siswi bercadar menjadi petugas pengibar bendera di upacara 17 Agustus
Baca Juga :
AKU BERCADAR! AKU INDONESIA!
Apa pakaian asli Indonesia? Kebaya labuh? Batik? Kain ulos? Pegon?
Benar, tapi tidak cuma itu. Salah satu warisan asli Indonesia adalah rimpu cili, pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata. Ini bukan pakaian Arab, tapi pakaian ADAT daerah NTB, Indonesia!
Pada upacara kemerdekaan tahun ini di desa Cisayong Tasikmalaya, benar-benar menggebrak mainstream. Masih teringat tempo lalu di suatu kota di Sumatera, ketika seorang anggota Paskibraka sampai disuruh melucuti penutup auratnya. Di Cisayong malah kebalikannya.
Luar biasanya, selain pasukan wanita bercadar plus hijab panjang, tim ini juga memisahkan pasukan laki-laki dengan pasukan perempuan. Setidaknya ini untuk meminimalisir ikhtilat.
“Ini bisa jadi pelajaran juga buat organisasi lainnya. Bahwa orang yang tertutup dan bercadar tidak identik dengan hal negatif. Tidak menutup kemungkinan mereka itu berjiwa nasionalis yang tinggi. Kita sebagai warga negara Indonesia tetap harus mencintai budaya Indonesia. Mudah-mudahan Kecamatan Cisayong menjadi kecamatan percontohan. Ini memperlihatkan bahwa Indonesia itu benar-benar beragam, bhinneka tunggal ika. Termasuk di dalam berpakaian. Kita di Indonesia harusnya bersyukur karena di Indonesia itu banyak kebebasan, termasuk kebebasan berpakaian yang terarah,” kata Ustaz Candra Yusuf, bagian kesiswaan Lembaga Pendidikan Al Idrisiyyah.
MasyaAllah. Lihatlah sendiri bahwa cadar dan menutup aurat tidak selalu identik dengan teroris. Teroris itu penjahat. Dan penjahat yang asli tidak akan pernah berani menunjukkan ciri-ciri mereka di depan publik. Anda yang terlalu takut dengan wanita bercadar, mungkin tidak tahu kalau para istri Rasulullah juga bercadar!
Jadi, bukan tugas kita menilai seseorang dari penampilannya. Jika ingin tahu teroris tidaknya, kata mantan kapolri pak Badrodin Haiti, maka ajak diskusi ia dan kau akan kenali pemikirannya.
Tetaplah bercadar wahai saudari2ku di seluruh tanah air.
Semoga kemerdekaan tahun ini benar2 kau rasakan, bebas menjalankan syariat islam, namun tetap cinta dan berbakti pada Indonesia. Tunjukkan semangatmu, "Aku bercadar! Aku Indonesia!"
Akhukum fillah,
Erwin Pandu Pratama
( Follow IG : @erwinpandupratama )
Apa pakaian asli Indonesia? Kebaya labuh? Batik? Kain ulos? Pegon?
Benar, tapi tidak cuma itu. Salah satu warisan asli Indonesia adalah rimpu cili, pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata. Ini bukan pakaian Arab, tapi pakaian ADAT daerah NTB, Indonesia!
Pada upacara kemerdekaan tahun ini di desa Cisayong Tasikmalaya, benar-benar menggebrak mainstream. Masih teringat tempo lalu di suatu kota di Sumatera, ketika seorang anggota Paskibraka sampai disuruh melucuti penutup auratnya. Di Cisayong malah kebalikannya.
Luar biasanya, selain pasukan wanita bercadar plus hijab panjang, tim ini juga memisahkan pasukan laki-laki dengan pasukan perempuan. Setidaknya ini untuk meminimalisir ikhtilat.
“Ini bisa jadi pelajaran juga buat organisasi lainnya. Bahwa orang yang tertutup dan bercadar tidak identik dengan hal negatif. Tidak menutup kemungkinan mereka itu berjiwa nasionalis yang tinggi. Kita sebagai warga negara Indonesia tetap harus mencintai budaya Indonesia. Mudah-mudahan Kecamatan Cisayong menjadi kecamatan percontohan. Ini memperlihatkan bahwa Indonesia itu benar-benar beragam, bhinneka tunggal ika. Termasuk di dalam berpakaian. Kita di Indonesia harusnya bersyukur karena di Indonesia itu banyak kebebasan, termasuk kebebasan berpakaian yang terarah,” kata Ustaz Candra Yusuf, bagian kesiswaan Lembaga Pendidikan Al Idrisiyyah.
MasyaAllah. Lihatlah sendiri bahwa cadar dan menutup aurat tidak selalu identik dengan teroris. Teroris itu penjahat. Dan penjahat yang asli tidak akan pernah berani menunjukkan ciri-ciri mereka di depan publik. Anda yang terlalu takut dengan wanita bercadar, mungkin tidak tahu kalau para istri Rasulullah juga bercadar!
Jadi, bukan tugas kita menilai seseorang dari penampilannya. Jika ingin tahu teroris tidaknya, kata mantan kapolri pak Badrodin Haiti, maka ajak diskusi ia dan kau akan kenali pemikirannya.
Tetaplah bercadar wahai saudari2ku di seluruh tanah air.
Semoga kemerdekaan tahun ini benar2 kau rasakan, bebas menjalankan syariat islam, namun tetap cinta dan berbakti pada Indonesia. Tunjukkan semangatmu, "Aku bercadar! Aku Indonesia!"
Akhukum fillah,
Erwin Pandu Pratama
( Follow IG : @erwinpandupratama )
Klik disini untuk sedekah dakwah, untuk membantu dakwah kami
Share Artikel Ini